Bacaan Heni #039 – Baby Daddy

g.jpg

Judul : Baby Daddy
Penulis : Dahlian
Penerbit : Roro Raya Sejahtera
Tahun : 2017
Tebal : iv+424 hlm
ISBN : 978-602-61138-8-7
Finished : 02.10.18 || 09.08 pm

****

TAGLINE:

KETIKA AKU MEMPERTANYAKAN CINTA, KAU HADIR SEBAGAI JAWABAN.

Blurb:

APA KAMU TAHU BAYI CUMA BISA MENANGIS,
TIDUR, DAN BUANG AIR?

Bukan sekali dua kali Bramasta hampir ingin melambaikan bendera putih karena pengetahuannya yang kelewat minim tentang merawat bayi. Meskipun begitu, satu hal yang pasti, dia tak akan menyerah demi Dona—Baby D-nya.

Ketika menemukan bayi itu tergeletak menangis dalam keranjang depan rumah, dia bersumpah tak akan membuat Baby D merasa terbuang seperti masa kecilnya dulu. Namun, di sisi lain, Bramasta juga sadar dirinya butuh bantuan… meskipun itu berarti dia harus minta tolong ke tetangga barunya yang sangat menyebalkan.

BABY D IMUT DAN MENGGEMASKAN SEKALI.
DADDY-NYA? NOT SO MUCH!

Keynara meyakinkan dirinya kalau dia mau repot-repot membantu seperti ini hanya karena Dona—bukan Bramasta. Untuk waktu yang cukup lama, dia merasa ambisi Bramasta merawat Baby D itu kelewat konyol. Namun, hari demi hari, Bramasta terus memperlihatkan keteguhannya. Hanya dengan belajar sebentar saja, dia segera terampil mengganti popok Baby D, memandikannya, bahkan menggendongnya hingga berhenti menangis. Meski begitu, masih ada sejumlah pertanyaan yang mengusik Keynara sampai sekarang: siapa orangtua Baby D sebenarnya? Benarkah memang bukan anak Bramasta seperti pengakuannya selama ini?

Ada lagi pertanyaan yang lebih penting: kenapa dadanya berdesir setiap kali berada di dekat Bramasta dan Baby D? Apakah benar ini hanya kekaguman atau spektrum perasaan lain yang enggan Keynara akui?

****

Membaca novel ini memberi banyak alasan untuk tersenyum dengan segala sikap, interaksi dan dialog para tokohnya.

Beberapa tokoh yang cukup memberi kesan kuat untukku antara lain :

Kaynara yang penuh perhatian, thirty something yang kesal dengan sikap ibunya tapi bisa bertindak sinting, menurut Bram.

Bram yang brengsek, menurut Kaynara, tapi punya empati yang begitu tinggi, penuh kasih sayang dan pastinya super baik.

Anya, ibu Kaynara, yang sering menyodori Kay anak teman-temannya tapi menggemaskan saat cemburu melihat Kay peluk cium sang ayah.

Angeline, rekan sejawat Kay, yang naksir Bram tapi sadar dia sudah bertunangan dan berpikir Kaynara lebih ‘butuh’ Bram. Namun tetap semangat saat Kevin mendekati Kay.

Secara keseluruhan, interaksi keluarga Kaynara yang paling menyenangkan. Keluarga itu juga menyukai anak-anak, semuanya, sehingga menyenangkan menikmati reaksi mereka saat bertemu Baby D. Paling ngakak saat Kaynara berpikir jika saja bisa orang tuanya bahkan rela membonsai anaknya agar mereka tidak tumbuh besar.
.
#BabyDaddy juga masuk dalam list novel tanpa tokoh menyebalkan menurutku. Semua tokoh memiliki cara untuk menarik simpati meski pun apa yang dia lakukan lumayan bikin gregetan.
.

🔖 I’m not scared to commit, Kay. I’m scared of how much I love you. Scared of the feeling that I never be able to find happiness with you. Tjat’s what I scared of. 🔖 – hlm. 409
.
.
Seperti yang banyak reviewer lain sampaikan, membaca novel ini bukan saja akan disuguhkan kisah romansa manis Bram dan Kaynara, tapi juga banyak pelajaran tentang new born baby dan penanganannya. Pas banget untuk yang awam kaya Bram.

Kejutan demi kejutan juga di temui sepanjang cerita. Masa lalu Bram, perjalanan hidupnya, keluarga Kaynara juga kebenaran asal-usul Baby D. Dan sejujurnya, aku menginginkan mereka tetap bersama saja jika bisa. Tapi semua hal memang harus kembali ke tempatnya. Siap nangis sih intinya bagian ini.

Untuk kisah romansa Bram dan Kaynara juga cukup membuat geregetan dengan sangsinya Kaynara terhadap perasaan Bram dan ketakutan Bram yang diakibatkan masa lalunya sehingga dua hal itu menjadi masalah utama kesalah pahaman di antara mereka.

Adegan favorit semua dipersembahkan oleh Baby D. Proses Bram dan Baby D membangun chemistry sampai interaksi mereka kemudian akan memberi kesan mendalam betapa Bram sangat menyayangi Baby D. Melihat bagaimana setiap orang yang bertemu Baby D langsung jatuh cinta dan begitu menyayanginya terasa manis. Dan, mau tidak mau aku juga jadi merasa begitu sayang pada Baby D.

Satu hal yang membuat agak bosan justru 2 bab menuju ending. Narasi panjang dan kurang to the point. Namun, dengan tokoh yang menyenangkan, tema yang menarik dan cerita yang menggetarkan hati, aku tetap sangat menikmati kisah #BabyDaddy.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s